PINRANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Bahtiar Baharuddin, menyatakan optimismenya terhadap kemampuan Sulsel mempertahankan posisi sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan mencapai target surplus beras.
Optimisme tersebut disampaikan Bahtiar saat melakukan kunjungan kerja sekaligus mengikuti pesta panen padi di Desa Pananrang, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Kamis, 2 November 2023. Dalam kesempatan itu, Bahtiar turun langsung ke area persawahan dan melakukan panen menggunakan mesin combine harvester.
Pinrang Tetap Panen di Tengah El Nino
Kabupaten Pinrang menjadi salah satu daerah yang mampu mempertahankan produksi padi di tengah dampak fenomena El Nino yang ketika itu memengaruhi sektor pertanian di berbagai daerah.
Bahtiar menyebut kondisi pertanian di Pinrang memiliki keunggulan tersendiri. Di tengah musim kemarau, produktivitas padi di sejumlah wilayah Pinrang masih berada pada kisaran 7 hingga 8 ton per hektare, sementara beberapa daerah lain hanya mampu menghasilkan sekitar 3 sampai 4 ton per hektare.
Ketersediaan air dan keberadaan jaringan irigasi teknis menjadi faktor penting yang membantu petani mempertahankan produktivitas tersebut.
Selain dukungan infrastruktur, Bahtiar juga mengapresiasi dedikasi para petani dan penyuluh pertanian yang terus meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola lahan.
Sulsel Kejar Target Surplus 2 Juta Ton Beras
Pada saat kunjungan tersebut, Bahtiar menyebut produksi beras Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 1,7 juta ton, sementara target yang ingin dicapai berada pada angka sekitar 2 juta ton.
Dengan melihat potensi luas lahan dan produktivitas panen yang masih tinggi, Bahtiar optimistis target tersebut dapat dicapai bahkan berpeluang terlampaui.
Saat itu tercatat sekitar 54 ribu hektare areal dengan potensi produksi 7 hingga 8 ton per hektare. Dari perhitungan tersebut, produksi diperkirakan dapat mencapai sekitar 378 ribu hingga 432 ribu ton dalam periode panen.
Potensi tersebut dinilai memberikan kontribusi penting terhadap ketersediaan pangan Sulawesi Selatan.
Pinrang Miliki Puluhan Ribu Hektare Persawahan
Bupati Pinrang saat itu, Andi Irwan Hamid, menjelaskan bahwa Kabupaten Pinrang memiliki sekitar 54 ribu hektare hamparan persawahan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 48 ribu hektare merupakan lahan dengan dukungan irigasi teknis, sementara sisanya berupa lahan tadah hujan.
Kondisi ini menjadi salah satu kekuatan sektor pertanian Pinrang, khususnya dalam menjaga produksi padi ketika curah hujan menurun.
Wilayah bagian selatan Pinrang bahkan disebut didominasi jaringan irigasi teknis sehingga memungkinkan petani tetap melakukan kegiatan produksi pada musim kemarau.
Petani dan Penyuluh Dinilai Berperan Penting
Bahtiar memberikan apresiasi kepada petani dan penyuluh pertanian yang mampu menjaga produktivitas tanaman padi.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan dan ketersediaan air, tetapi juga pada keseriusan petani dalam mengelola usaha pertanian.
Produktivitas hingga 8 ton per hektare dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan lahan yang baik dapat menghasilkan produksi yang tinggi.
Peran penyuluh juga dinilai penting untuk membantu petani memperoleh informasi mengenai teknologi pertanian, pola tanam, pengendalian hama hingga penggunaan benih yang tepat.
Petani Sampaikan Aspirasi
Dalam kunjungan tersebut, Bahtiar juga berdialog langsung dengan sejumlah petani.
Beberapa petani menyampaikan aspirasi terkait bantuan benih bagi lahan yang mengalami puso atau gagal panen akibat tidak memperoleh pasokan air.
Masyarakat juga menyampaikan keinginan agar pemerintah memberikan dukungan bibit pisang karena komoditas tersebut telah lama dibudidayakan masyarakat Pinrang.
Selain itu, terdapat pula aspirasi mengenai perbaikan infrastruktur pertanian, terutama saluran air sekunder yang mengalami kerusakan sehingga distribusi air ke lahan pertanian tidak maksimal.
Pinrang Salah Satu Penopang Pangan Sulsel
Produktivitas pertanian Kabupaten Pinrang menjadikan daerah ini sebagai salah satu penopang produksi pangan Sulawesi Selatan.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada 2024 luas panen padi Kabupaten Pinrang mencapai sekitar 92,28 ribu hektare, dengan produksi sekitar 563,55 ribu ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversikan menjadi beras, produksinya mencapai sekitar 323,38 ribu ton.
Data tersebut juga mencatat neraca beras Kabupaten Pinrang pada 2024 mengalami surplus sekitar 276,67 ribu ton.
Capaian itu memperlihatkan pentingnya sektor pertanian Pinrang dalam mendukung ketersediaan pangan tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga daerah lainnya.
Irigasi Jadi Kunci Menjaga Produksi
Keberadaan jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan produksi pertanian di Kabupaten Pinrang.
Dengan pasokan air yang terjaga, petani memiliki peluang lebih besar untuk melakukan penanaman secara berkelanjutan meski menghadapi musim kemarau.
Karena itu, perawatan jaringan irigasi, penyediaan benih berkualitas serta pendampingan kepada kelompok tani menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Pemerintah juga diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan petani, kelompok tani, penyuluh dan pemangku kepentingan lainnya.
Bahtiar Optimis Produksi Beras Tetap Terjaga
Melihat produktivitas petani Pinrang yang tetap tinggi di tengah kondisi El Nino, Bahtiar optimistis Sulawesi Selatan mampu memenuhi target produksi beras yang ditetapkan.
Kabupaten Pinrang dinilai menjadi salah satu daerah yang memiliki kontribusi besar karena didukung lahan persawahan luas, irigasi teknis dan pengalaman masyarakat dalam sektor pertanian.
Keberhasilan petani mempertahankan panen sekaligus menjadi bukti pentingnya pengelolaan sumber daya air dan penerapan teknologi pertanian.
Dengan dukungan pemerintah serta kerja keras petani, sektor pertanian diharapkan terus menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Kabupaten Pinrang sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai daerah penyangga pangan nasional.









